Let's create new business

Kisah Jokowi Bubarkan Petral dan Mega Korupsi Pengoplosan Minyak. Siapa Riza Chalid?

 Pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), langkah tegas diambil untuk membubarkan Pertamina Energy Trading Limited (Petral) pada tahun 2015. Petral, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang berbasis di Singapura, selama bertahun-tahun dicurigai sebagai sarang praktik mafia minyak yang merugikan negara. Pembubaran ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperbaiki tata kelola minyak dan gas bumi di Indonesia. Ketika Petral dibubarkan, Presiden Jokowi mendapat pujian besar. 

 Setelah pembubaran Petral, beberapa mantan direksinya mendapatkan posisi baru di berbagai instansi. Namun, langkah karier mereka tidak selalu berjalan mulus. Baru-baru ini, Kejaksaan Agung Republik Indonesia menetapkan tujuh tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait tata kelola minyak mentah. Kasus ini melibatkan praktik pengoplosan bahan bakar minyak, di mana Pertalite (RON 90) dioplos menjadi Pertamax (RON 92), yang menyebabkan kerugian negara mencapai Rp193,7 triliun.


Pengungkapan kasus ini menimbulkan pertanyaan mengenai keberlanjutan praktik mafia migas di Indonesia. Meskipun Petral telah dibubarkan, indikasi adanya praktik serupa masih muncul. Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, menyatakan bahwa kasus korupsi di Pertamina Subholding menunjukkan kemungkinan keterlibatan mafia migas yang melibatkan oknum pengusaha dan pejabat negara.

Anggota Komisi VI DPR RI, Asep Wahyuwijaya, menegaskan bahwa korupsi yang diduga berlangsung selama lima tahun ini menunjukkan adanya sindikat dan permufakatan jahat yang terjadi secara sistematis di tubuh Pertamina. Praktik melawan hukum melalui markup harga telah merugikan negara dan menipu rakyat. Asep mendukung penuh Kejaksaan Agung untuk menindak tegas para pelaku tanpa pandang bulu dalam rangka pemberantasan korupsi di Pertamina. Kasus mega korupsi ini terjadi di PT Pertamina Patra Niaga, anak perusahaan Pertamina. 

Kasus ini menjadi pengingat bahwa meskipun langkah-langkah telah diambil untuk memberantas praktik mafia migas, pengawasan dan penegakan hukum yang ketat tetap diperlukan untuk memastikan tata kelola yang bersih dan transparan di sektor energi Indonesia.

Dalam kasus mafia migas atau skandal industri minyak di Indonesia tak bisa dilepaskan dari Riza Chalid

 Siapa Riza Chalid?

Mohammad Riza Chalid, dikenal sebagai "Saudagar Minyak" atau "Gasoline Godfather", adalah seorang pengusaha Indonesia yang mendominasi bisnis impor minyak melalui perusahaan-perusahaan seperti Global Energy Resources. Perusahaannya menjadi pemasok utama bagi Pertamina Energy Trading Limited (Petral), anak perusahaan Pertamina yang berbasis di Singapura.

Keterlibatan Sejak Era Orde Baru

 Keterlibatan Riza Chalid dalam industri minyak Indonesia dimulai sejak era Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto. Ia dikenal memiliki hubungan dekat dengan manajemen Pertamina saat itu, yang memungkinkannya untuk mengamankan posisi strategis dalam bisnis impor minyak.

 Dominasi Melalui Petral

 Pada awal 2000-an, ketika Indonesia menjadi pengimpor netto minyak, peran Petral sebagai lengan perdagangan minyak dan bahan bakar Pertamina di Singapura semakin signifikan. Riza Chalid, melalui perusahaannya, menjadi pemasok utama dengan nilai transaksi mencapai lebih dari US$30 miliar per tahun.

Kontroversi dan Dugaan Praktik Mafia Migas

 Nama Riza Chalid sering dikaitkan dengan dugaan praktik mafia migas, terutama terkait dengan pengadaan minyak melalui Petral yang dianggap tidak kompetitif dan merugikan negara. Meskipun sering disebut dalam berbagai kontroversi, ia jarang tersentuh oleh proses hukum.

 Pembubaran Petral dan Dampaknya

 Pada tahun 2015, pemerintahan Presiden Joko Widodo membubarkan Petral sebagai upaya memberantas praktik mafia migas. Langkah ini berdampak signifikan pada jaringan bisnis yang selama ini menguasai impor minyak, termasuk Riza Chalid.

Penyelidikan Terbaru oleh Kejaksaan Agung

 Pada Februari 2025, Kejaksaan Agung Republik Indonesia menetapkan beberapa tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait pengelolaan minyak mentah di Pertamina. Dalam penggeledahan di kediaman Riza Chalid, ditemukan dokumen penting dan sejumlah uang tunai, yang memicu penyelidikan lebih lanjut mengenai keterlibatannya.

Keterlibatan Riza Chalid dalam industri minyak Indonesia mencerminkan kompleksitas hubungan antara sektor bisnis dan pemerintah dari era Orde Baru hingga saat ini. Meskipun sering dikaitkan dengan praktik mafia migas, proses hukum terhadapnya masih berlangsung dan menjadi sorotan publik.

 Masyarakat dan para pengamat sangat berharap bahwa Jaksa Agung akan menuntaskan skandal pengoplosan minyak ini dan kasus mega korupsi di anak perusahaan Pertamina tersebut, tanpa pandang bulu. 

Related Posts:

0 komentar:

Make Money Online